Fakta ini sekaligus memancing penelitian lanjutan bahwa kehidupan serupa, semisal alien, kemungkinan juga bisa dijumpai di angkasa luar, seperti di planet atau bintang yang permukaannya bersuhu tinggi.
Contohnya saja planet Mars dan Bulan yang baru-baru ini ditemukan adanya kandungan air. Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa alien mungkin benar-benar ada di sana namun enggan menampakkan dirinya di hadapan manusia, atau setidaknya mereka pernah singgah dari melakukan perjalanan antar galaksi.
Lalu, tempat mana saja di Alam Semesta ini yang diduga menjadi lokasi persembunyian alien, si makhluk terestrial yang konon lebih cerdas dari manusia?
Berikut 4 di antaranya,
1. Titan
Para penulis studi baru di Science mengatakan, mungkin ada tetesan campuran air dan amonia yang eksis di permukaan Titan, seperti tetesan air yang ditemukan di tengah aspal panas di Danau Pitch.
Satelit alami Saturnus ini adalah satu-satunya Bulan yang diketahui memiliki atmosfer padat, dan satu-satunya objek di angkasa luar, selain Bumi, di mana ditemukan bukti jelas tentang benda cair yang stabil di permukaannya.
"Studi lebih lanjut tentang cara mikroba bertahan hidup di dalam 'air yang terperangkap di minyak' Danau Pitch, akan memberi kita gagasan baru terkait perkembangan organisme bila diadaptasikan di Titan," ujar Dirk Schulze-Makuch, seorang astrobiologis di Washington State University di Pullman.
2. Mars
Saluran-saluran yang tampak jelas itu ternyata ilusi yang spektakuler. Gambar-gambar yang diambil oleh wahana penjelajah Planet Merah milik NASA, Mariner dan Viking pada 1960-an dan 1970-an, mengungkapkan lanskap yang sunyi tanpa jejak peradaban yang sinkron dengan manusia di Bumi.
Terlebih lagi, sampel tanah yang dipelajari oleh rover Curiosity (kendaraan khusus yang digerakkan oleh remote control di medan angkasa luar) telah mengungkapkan bahwa Mars setidaknya mampu mendukung kehidupan mikroba pada miliaran tahun yang lalu, ketika planet itu jauh lebih basah dan lebih hangat daripada sekarang.
3. Europa
Jika air adalah kunci kehidupan makhluk terestrial, maka Europa mungkin menjadi kandidat tempat yang paling menjanjikan dalam pencarian organisme asing.
Peneliti NASA telah mengembangkan sebuah penyelidikan, dijuluki Europa Clipper, untuk membuat beberapa flyby (penerbangan melewati suatu titik, terutama pendekatan pesawat ruang angkasa yang dekat ke planet atau Bulan untuk pengamatan) di sekitar Europa, mempelajari semburan uap air yang meledak dari kutub selatan Europa.
Juli 2014, badan antariksa tersebut membuat instrumen ilmiah yang dapat mendeteksi tanda-tanda kehidupan pada misi masa depan ke Europa.
4. Enceladus
Enceladus adalah satelit alami Saturnus terbesar ke-6. Meskipun ukurannya kecil, namun Enceladus memiliki jenis permukaan yang beragam, mulai dari permukaan "crater" hingga terrain.
Beberapa peneliti berpikir mereka mungkin dapat mempelajari air yang letaknya tersembunyi di










